Mungkin takut ditinggal, spontan ia minta bantuan saya membereskan lego-legonya. Dan saya tegas menolak.
Alasannya sederhana saja, dia bisa beresin sendiri, ngapain saya harus bantuin.
Awalnya ia merengek dan meminta saya bantuin. Saya tak bergeming. Dia pun pindah ke mamanya. Untung mamanya juga nggak bantuin.
Akhirnya, dengan sedikit 'dorongan' kalau nggak segera beresin nggak jadi pergi...akhirnya ia pun mulai memasukkan satu per satu lego ke dalam kotak mainannya. Singkat cerita, 15 menit kemudian semua lego sudah kembali ke tempatnya.
Kami pun berangkat setelah sebelumnya tak lupa saya apresiasi kemandiriannya membereskan lego-legonya.
Fabio hebat bisa beresin mainannya sendiri, tadi papa memang sengaja nggak bantuin karena papa tahu, sebenarnya Bio bisa beresin sendiri.
Ada kalanya, membantu anak bisa dilakukan dengan cara tidak membantu, membiarkan ia melakukan dengan caranya sendiri, sambil kita awasi.
Lagi pula bukankah tugas kita sebagai orang tua untuk anak kita adalah to love, to limit and to let them be?
Semakin cepat ia mandiri semakin baik, karena kita nggak pernah tahu berapa lama sisa waktu kita bukan?